Dua Puluh Tujuh : Memimpikan Rendi

1284 Kata

Mengapa badai harus hadir diantara matahari dan pelangi? Karena kalau hanya ada aku dan kamu tanpa dia, kita gak akan paham apa arti perjuangan, sakit hati dan seberapa penting seseorang di kehidupan kita.” Karma *** AUTHORs POV 04.45 WIB. Jarum jam bergerak tanpa henti sebagaimana mestinya menunjukkan waktu. Dan saat ini, ia tetap menjalankan tugasnya mengarah pada jam lima pagi. Suara yang dihasilkannya tak mengganggu sedikitpun kedua insan yang tengah terbuai dalam mimpi meski berbeda tempat. Udara dingin menyelinap masuk melalui ventilasi, membuat bulu kuduk siapapun bergidik dan menyampirkan selimut lebih tinggi pada kedalaman mimpinya. Sama halnya pada dua insan yang sedang terlelap dalam posisi masing-masing. Sang pria, larut dalam mimpinya yang beralaskan kasur dengan motif b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN