Jangan beri aku harapan bila pada akhirnya itu hanya angan dan ekspetasi belaka.” Adinda Syifa Nayara *** AUTHORs POV Langkah Kaki seorang gadis menggema diantara banyaknya orang yang lalu lalang di lorong rumah sakit dengan seorang pria mengekorinya. Bermandikan keringat dan berkubang kekhawatiran mengiringi setiap pijakan kakinya. Jantungnya berdetak kencang, tidak sabar untuk segera sampai. Tepatnya, khawatir jika dia mendapat kabar buruk. Sampai akhirnya, gadis itu tiba di depan sebuah ruangan yang menunjukkan dua pria dan seorang manula berkumpul dengan wajah yang tegang. Keadaan mereka tidak berbeda jauh dengannya, sama-sama digantung oleh keadaan di dalam ruangan bercat putih itu. "Ayah, Bunda gimana?" Gadis lima belas tahun itu langsung melempar pertanyaan pada pria paruh b

