24 Tatapan nanar diarahkan Max pada lembaran kertas di tangan kirinya. Max terpaku, karena tidak menyangka bila rahasianya akan terkuak. Max menoleh ke kiri dan tertegun menyaksikan tangan Raveena yang gemetaran. Paras ayu gadis itu tampak pucat, dan Raveena berulang kali mengerjapkan mata. Pandangan Max beralih pada Mira yang berada di kursi kanan. Perempuan tua itu terlihat sedih dan beberapa kali menutup mulutnya dengan saputangan. Max menengadah dan beradu pandang dengan Freddy yang balik menatapnya tajam. "Jelaskan, Max," pinta Freddy, sembari menahan diri untuk tidak membentak putra keduanya. "Ehm, ini memang benar, Pa. Dulu, aku pernah menawarkan perjanjian pada Raveena, untuk menjadi kekasih palsu," jelas Max. Dia memutuskan untuk jujur, karena sudah tidak bisa mengelak la

