26 Konvoi belasan kendaraan mewah berbagai tipe dan warna, melaju di jalan bebas hambatan di luar Jakarta. Max yang menumpang di mobil Frederick Adhitama, mendengarkan penuturan pria tua itu yang sangat dihormatinya. Max memahami, jika Frederick bermaksud baik, yakni mendamaikan Max dan papanya. Namun, hati Max masih terluka, hingga dia membutuhkan waktu lebih lama untuk mengobati perasaannya, dan juga Raveena. Sejak kejadian malam itu, Raveena berubah menjadi pendiam. Dia memutuskan pulang lebih dulu ke Bandung dengan alasan hendak membantu ibunya. Padahal Max tahu, jika Raveena hanya ingin menenangkan diri, seusai dicela sebagai p*****r. Max mengangguk paham ketika Frederick menyarankannya untuk meminta bantuan pada kedua Kakek dan neneknya, supaya membantu mendamaikan Max dan pa

