40 Sudut bibir Raveena menciptakan senyuman, saat dijenguk rekan-rekan Max, sore itu. Raveena yang sudah bisa duduk, menyalami semua tamu dengan takzim. Kala Wirya mendekat dan bersalaman dengannya, Raveena menarik tangan pria berkemeja krem itu dan mendekapnya erat. "Makasih, Bang. Sudah menyelamatkanku," cicit Raveena, sebelum dia terisak-isak. "Sami-sami, Geulis," sahut Wirya sambil mengusap punggung sang pasien. Lalu, dia menjauhkan diri. "Udah, atuh. Jangan nangis. Urang jadi pengen mewek," candanya sembari menyeka air di wajah Raveena dengan saputangan biru. "Abang, lukanya sudah sembuh?" tanya Raveena dengan suara serak. "Ya, cuma lecet ini. Aman. Jauh dari jantung," kelakar Wirya. "Jantungnya W di kepala," sela Benigno yang berdiri di ujung ranjang sambil membaca riway

