39 "Honey," sapa Max, sesaat setelah Raveena membuka mata. "Akhirnya kamu bangun juga, Putri tidur," selorohnya seraya tersenyum. Raveena memandangi lelaki yang tengah menggenggam tangan kanannya. Raveena mengerjapkan matanya yang tiba-tiba mengabut, sebelum bulir bening itu akhirnya luruh. "Duh, jangan nangis," bujuk Max, sembari meraih tisu dari box di meja sebelah kanan kasur. "Sudah, Sayang," rayunya sambil mengelap lelehan air di dekat kedua telinga kekasihnya. "Kamu sudah selamat, dan sekarang ada di rumah sakit punya Mas Ben," tutur Max. "Aku memindahkanmu ke sini, setelah pingsan 3 hari dan nggak ada kemajuan di rumah sakit sana," sambungnya. "Di depan ada Hani dan Kimora. Mereka ikut menjagamu dari hari pertama di rumah sakit dekat Puncak," beber Max. "Mereka juga jadi te

