Bab 32

1093 Kata

32 "Maafkan aku, Pa," bisik Max. Freddy tercenung dan tidak bisa langsung menyahut. Dia masih tidak menyangka, Max akan berlutut dan memohon maaf darinya. Freddy mengerjapkan matanya, sebelum mengusap rambut tebal Max. "Papa juga minta maaf, Max," balasnya. Max menengadah. "Papa nggak salah. Papa sudah benar, dan aku yang jelas salah." Freddy menggeleng. "Papa harusnya nggak mengusik privasimu. Papa lupa, kamu sudah dewasa, dan bukan anak kecil yang harus nurut semua kata Papa." "Papa juga sudah salah, karena mencela Raveena. Meskipun Papa kesal, karena kalian telah berbohong, tapi itu nggak berarti Papa bisa menghinanya kayak gitu." "Papa dinasihati Manuel, kakekmu, dan tadi pagi Papa ditelepon Mas Erick. Ucapan mereka sama, Raveena itu sudah nggak punya Bapak, jadi papalah y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN