11 Max mengepalkan tangan kanannya, seusai mendengarkan penuturan Raveena, tentang perdebatan mulut perempuan itu dengan Sandra. Max sangat kesal, karena Sandra berani mengintimidasi dan menghina Raveena. Max menarik napas panjang dan melepaskannya dengan kuat. Hal itu dilakukannya berulang kali, supaya bisa menenangkan hatinya yang memanas. Namun, ternyata itu sia-sia, karena amarah itu tak kunjung turun. Kehadiran Rio yang mencoba menetralkan situasi, justru ditanggapi Max dengan emosional. Kedua pria itu berdebat, sebelum akhirnya ditenangkan Fritz dan Xander, yang turut berada di ruangan khusus panitia. "Mas, sudah," bujuk Raveena, sembari menarik tangan kiri Max, agar menjauh dari Rio. "Rio nggak salah, Max. Jangan dimarahi," tukas Fritz. "Duduk dulu," ajak Xander sembari me

