“Dari mana aja kamu Vin? Dari tadi dicariin.” Sungut Toni saat melihat Gavin datang. “Oh, tadi ada liat teman lewat. Jadi kukejar mumpung masih dekat.” Gavin memberi alasan. “Siapa? Teman yang mana?” cecar Toni. Sementara Silva hanya diam sambil memandang Gavin dengan tatapan menyelidik. “Ada deh. Pokoknya teman.” Gavin hanya menjawab sekedarnya. Seharusnya dia sudah mempersiapkan alasan yang tepat sejak tadi agar teman-temannya tak curiga. “Ngejar teman apa cewek? Kalau teman nggak mungkin. Teman kamu, kan teman aku juga.” Toni masih penasaran. Gavin diam. Dia memang tak bisa berbohong dengan Toni. Karena cowok begajulan satu itu memang selain teman satu sekolah dan satu asrama dengannya, mereka juga sama-sama berasal dari Kalimantan. “Septian mana?” Gavin berusaha mengalihkan omong

