TAMPAKNYA mereka berdua serius soal pertarungan sampai mati. Baik Damian maupun Eiden sama-sama tidak mengendurkan perlawanan masing-masing, sama liarnya seperti Dane dan Eirth. Memang luka yang dihasilkan tidak separah para serigala, tetapi tetap saja menimbulkan rasa sakit yang tak bisa disepelekan. Ditambah tubuh mereka bukanlah tubuh kucing besar, melainkan hanya manusia. Tak ada yang lebih unggul, mereka sama-sama menguasai secara bergantian. Dengan hanya melibatkan satu belati yang jadi rebutan, kebanyakan luka yang timbul adalah memar dan sayatan dari ujung belati tersebut. Namun, tampaknya kali ini Damian yang lebih beruntung. Dia berhasil mengungkung Eiden tepat berada di bawahnya dengan belati berada di depan d**a, siap menusuknya kapan saja. Tangannya memerah dan bergetar men

