GELAP, dingin. Damian mengerjap-ngerjapkan matanya, sadar kalau gelap karena sekarang ini langit sedang malam dan dingin karena dia berada di tengah-tengah ladang rumput yang sangat luas. Begitu luasnya sampai tidak terlihat ujung dari ladang tersebut. “Di mana ini?” Damian menunduk, menatap kakinya yang tak bisa digerakkan sama sekali bak dipaku pada tanah. Selain daratan yang luas dan langit yang begitu tinggi, tak ada apa pun di sini. Dia terhenyak, menggeleng pelan saat merasa de ja vu. “Mimpi ini ....” Benar, dia ingat sebelumnya pernah memimpikan hal yang sama. Saat itu Damian lebih muda, berdiri sendirian di tengah-tengah ladang. Dane tidak terdengar sedikit pun di kepalanya, sama seperti sekarang. ‘Dane, bicaralah.’ Serigala itu tidak menyahut sama sekali. Hanya ada kesunyia

