LANGKAH pertama. Pagi-pagi buta tadi, Flora pura-pura masih tidur dan menarik seluruh selimut agar menutupi sampai kepalanya. Ah, bahkan ini terlalu tipis untuk disebut selimut, mungkin hanya beberapa helai kain di dalamnya. Agak sulit membacanya, tetapi selimut yang tipis membantu pencahayaan tembus ke dalam. Dan lagi, pensil yang tumpul menimbulkan tulisan yang tebal. “Buat kakak luluh,” gumamnya. Ejaan Eveline agak kurang tepat sih, tetapi semoga saja memang itu artinya. Membuat Eiden luluh? Bagaimana caranya? Memangnya manusia seperti dia memiliki hati untuk merasa luluh? Ya, memang sih bisa dibilang dia tampaknya berusaha memperlakukan Flora sebaik mungkin. Hanya saja, dia masih belum tahu apa tujuan pria itu sebenarnya. Siapa tahu Eiden hanya pura-pura baik, tetapi akhirnya ada

