seketika badan may menjadi lemah dan dia jatuh. sebelum benar-benar dia jatuh may hanya berkata
"kamu siapa?" tanya may
kemudian tak lama terdengar suara kemerincing lonceng kecil dan may pun membuka mata nya.
"bibi tuasun..aku dimana?" tanya may kepada bibi tuasun yang berdiri di sebelah kiri nya.
"nona..tidak ingat? kita ke sini bersama-sama? jawab bibi tuasun kepada nya.
may mengernyitkan dahi nya, ia merasakan sakit kepala dan ia memegangi perut nya. ia merasa sangat lapar dan melihat sekeliling ruangan itu mencari-cari sesuatu yang bisa dia makan.
namun tak juga ia menemukan nya. dia hanya melihat sesosok laki-laki yang sedang melihat ke arah keluar jendela besar di samping tempat tidurnya. ia tidak mengenali siapa pria tersebut
belum sempat may beranjak dari tempat tidur nya, pria itu berkata
"lama tidak bertemu ,asusa." kata lelaki itu
"bagaimana kabar mu?" aku sudah lama mencari mu tapi aku tidak pernah bisa menemukan mu. sampai akhirnya kau yang datang ke sini."
lelaki itu mendekati may dan mencoba utk meraih tangan nya. bibi tuasun pun berusaha untuk menghentikan nya. dan may yang semakin bingung dengan apa yang terjadi berteriak
"siapa kalian?" tolong ada apa ini?" aku dimana?" ujar may
dengan wajah kebingungan dan perut yang semakin perih karena menahan rasa lapar. may bergegas beranjak dari tempat tidur dan keluar dari ruangan kamar itu.
may membuka pintu dan dia mengetahui bahwa dia tidak berada di rumah nya namun di tempat lain. may bertanya-tanya dimana dia sekarang ini dan apa yang terjadi dengan nya.
kenapa tidak ada satupun peristiwa yang dia ingat sama sekali. dia hanya mencoba mengingat kejadian dimana dia akan keluar rumah untuk pergi mengunjungi nenek nya yang akan berulang tahun dan itu di kota snot. dan sekarang dia melihat keluar jendela dan menyadari bahwa ini bukanlah kota snot, ini di tempat lain. tunggu ...kemudian dia melihat ada sebuah pemandangan gedung-gedung yang tampak menjulang. dia baru ingat bahwa kota yang dimana ada gedung hanya ada di kota honker. ya..di kota honker tapi untuk apa dia di kota honker.
kemudian bibi tuasun dan lelaki itu menghampiri may yang sedang berdiri di jendela.
"kau tidak ingat aku, june." kata pria itu
"dia musuh terbesar mu nona." ujar bibi tuasun
"bukan, kita...kita...kita adalah....ehm kamu aku..." sambil terbata-bata lelaki itu mencoba untuk menjelaskan.
namun bibi tuasun seolah-olah ingin berusaha tidak memberi ruang untuk lelaki itu.
dan may pun hanya terdiam melihat tingkah laku mereka berdua. dan may pun berusaha untuk menjelaskan betapa sangat lapar nya ia.
"maaf adakah diantara kalian berdua yang punya sedikit makanan, perut ku sangat lapar?" tanya may pada mereka berdua.
may melihat mereka seketika itupun bibi tuasun dan june saling berpandangan. hingga pada akhirnya june berkata kepada bibi tuasun
"kenapa bibi tidak memberi tahu kepada ku kalau kalian berdua belum makan?" tanya june kepada bibi tuasun.
"kenapa kami harus memberitahu mu kalau kami akan datang!" ujar bibi tuasun
"tunggu sebentar asusa aku akan menyiapkan untuk mu." kata june dengan langsung pergi ke arah luar ruangan itu.
"nona tidak apa-apa?" tanya bibi kepada may sambil memegang tangan may yang dingin dan berkeringat.
May hanya merasa bingung dengan apa yang terjadi kemudian dia bertanya kepada bibi tuasun sebenarnya apa yang terjadi.bibi pun meraih kedua tangan may dan menyuruh untuk may duduk di salah satu kursi kemudian bibi tuasun menjelaskan semuanya pada may tanpa ada yang di tutupi. kemudian tak lama june pun datang menghampiri mereka berdua.
june pun melihat may bahwa ada sesuatu yang beda dari may. dia menyadari bahwa dia bukanlah asusa asusa yang dia kenal, asusa gadis cantik keras kepala yang pemberani suka usil dan sahabat june. yah..asusa sahabat june dan dulu sebelum mereka berpisah june dan asusa sama-sama saling berjanji mereka tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain, akan saling mencari, tidak perduli apapun yang akan terjadi asusa selalu milik june dan june selalu milik asusa.
"kamu bukan asusa ya?" tanya june
"asusa..siapa? aku may." jawab may
"kamu gadis lain yang mirip sekali dengan asusa. aku tahu bahwa akan terjadi hal seperti ini." kami percaya bahwa kau akan datang dari klan aspire dan akupun juga tahu apa tujuan mu datang kesini." imbuh june.
"anda sudah tahu, tuan june." kenapa anda tidak menghentikan kami?" kami bisa saja dengan mudah membunuh salah satu calon pengganti pemimpin klan corna." ujar bibi tuasun
"aku tidak akan begitu mudah nya di bunuh. "jawab june
" kenapa anda di sini tuan june?" tanya bibi tuasun sambil melihat ke arah jendela luar
"sebaik nya kalian segera makan dulu, aku tidak mau asusa maksud ku may kenapa-napa. karena sebentar lagi ada yang datang. mereka bisa mendengar dan mencium bau kalian ketika kalian sudah sampai dikota ini." para prajurit honker tidak akan diam saja." imbuh june.
kemudian bibi tuasun dan may berjalan mendekati suatu meja yang sudah tersedia makanan berbagai macam jenis. mereka berdua makan dan may melihat ke arah june. dan june pun melihat may. tatapan lembut itu tak pernah hilang dari wajah june. dia selalu melihat dan menatap wajah may.
dia tidak tahu apa yang akan terjadi tapi may yakin dengan sangat bahwa june bukanlah lelaki jahat. may sangat-sangat yakin. entah dari mana tapi dia yakin. kemudian may melihat lagi ke arah june, dan june pun tersenyum tipis padanya.
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. ketukan sangat keras.
"mereka di sini." kata june pada mereka berdua.
"siapa ...siapa yang di sini?" tanya may
"kita lawan mereka nona." jawab bibi tuasun
"jangan...bercanda bibi. bibi akan membahayakan may." jawaban cepat dari june. tunggu sebentar...bau ini...mereka membawa jendral honker. " kalian tidak bisa lari. tunggu...."
kemudian june mengayunkan tangan nya dan menyembunyikan may dan bibi tuasun di jubah panjang nya. seketika may dan bibi tuasun menjadi sangat kecil bahkan tidak terlihat dan bersembunyi di balik jubah milik june.
kemudian may pun teringat bau ini dan hangat ny tubuh ini serta jubah nya yang lembut. ia ingat ada seorang pria yang sering menemui may di dalam mimpi dan berkata dia sangat merindukan nya setiap hari. bau ini sangat mirip dengan bau pria di dalam mimpi atau bahkan dalam dejavu may.
dan ketika may terbuai dalam jubah june, para tentara honker memasuki rumah itu bersama dengan seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap berwajah garang. sambil berjalan ke arah june dan berkata
"kemana mereka, dimana kamu sembunyikan mereka?" katakan tuan muda june?" ujar pria itu dengan tatapan tajam nya.