EP-2

2143 Kata

Pagi itu, rumah Arvin tidak langsung dipenuhi keributan seperti biasanya. Justru dimulai dengan suara yang lebih tenang—dentingan sendok, aroma roti panggang, dan langkah kaki yang masih sedikit malas. Zahra berdiri di dapur, menuang teh hangat ke dalam tiga cangkir. Sementara Arvin sudah duduk di meja makan, membaca berita di tablet, sesekali menyeruput kopi. Rafa datang lebih dulu. Rapi seperti biasa. Langkahnya tenang, wajahnya masih menyimpan sisa kantuk tapi tetap terkontrol. “Pagi, Pa. Ma.” “Pagi,” jawab Arvin tanpa mengangkat kepala. Zahra tersenyum. “Tidur cukup?” “Lumayan.” Tak lama kemudian, suara langkah yang lebih berat terdengar dari lorong. Arka muncul dengan rambut sedikit berantakan, kaos yang belum sepenuhnya rapi, dan wajah setengah mengantuk. “Pagi…” gumamn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN