EP-1

2087 Kata

Pagi di rumah itu tidak pernah benar-benar dimulai dengan tenang. Bukan lagi karena tangisan bayi seperti dulu. Kini, suara yang membangunkan adalah langkah kaki yang terburu-buru, suara pintu kamar yang dibuka agak keras, dan teriakan dari arah dapur. “Ka! Itu sepatu gue, woy!” “Ya ampun, Raf, sepatu doang direbutin juga. Hidup lo sempit banget sih!” Mendengar suara kedua putranya, Zahra yang sedang menuang teh di dapur hanya menghela napas panjang, lalu tersenyum kecil. Rumah itu… benar-benar berubah. Dari ruang yang dulu penuh botol s**u dan boks bayi, kini menjadi tempat di mana tiga anak remaja menjalani kehidupan mereka dengan segala dinamika yang tidak pernah sederhana. Rafa muncul di ambang pintu dapur dengan ekspresi datar, tapi matanya jelas menyimpan kekesalan. “Itu sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN