Chapter 21. Harapan
"Banyak hal yang terjadj." kata Kaz, ia tersenyum senang melihat reaksi El yang kini tampak tertarik mengenai Eyerish.
"Keturunan Eyerish tetap berjuang untuk merebut kembali tanah mereka. Kau ingat dengan Manusia Gen ke satu? Kelompok Manusia Gen kesatu merupakan pendatang pertama, juga merupakan kelompok yang selalu berada di pihak Eyerish. Sebagian besar keturunan Manusia Gen kesatu inilah yang berperan dalam membawa gen Eyerish."
"Akhirnya, sekelompok orang yang terdiri dari Keturunan Manusia Gen ke satu dan Eyerish, mereka memutuskan untuk membangun daerah tersediri. Mereka berhasil mendapatkan sebuah daerah, yaitu di pulau Feldspar, dan daerah itu bernama Vinctum. Mereka melakukan upaya-upaya untuk menyelamatkan keturunan Eyerish tanpa sepengetahuan pemerintah. Mereka mengkamuflasekan daerah tersebut dengan membangun semacam sekolah, yang dari luar tampak seperti sekolah bagi anak-anak keterbelakangan. Untungnya kegiatan ini lolos dari penciuman Pemerintah.
Dan tahu kah kau, jika Eyerish generasi baru memiliki keterbatasan hidup? Nyaris sebagian besar Eyerish akan meninggal muda, di sekitar usia 30 tahun ke atas."
El mengerutkan dahi ketika mendengarnya. Apa ini? Eyerish? Meninggal muda?
"Ya, benar. Masa hidup Eyerish sangat pendek. Kurang lebih hanya sampai pada usia 30 tahun."
"Yang benar saja?" El memandang Kaz dengan dahi berkerut. "Jadi maksudmu... kita juga akan mati muda?
"Ya," Kaz mengangguk dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
"Namun di tahun berikutnya, Vinctum tiba-tiba saja merubah tujuan utama mereka, dari awalnya hanya untuk melestarikan gen, kini mereka berencana untuk menyerang manusia di Tanah utama, yaitu di Beryl."
"Darimana kau mengetahui semua hal inu?" tanya El heran.
Kaz terdiam sesaat, lalu ua menghela nafas. "Aku mengetahuinya dari Perawatku." jawabnya.
"Perawat?" ulang El.
Kaz tersenyum kecil. "Ya. Aku berasal dari Vinctum. Tidak, maksudku, kita semua berasal dari sana.”
“Tunggu, apa maksudmu dengan kita semua?” tanya El tidak mengerti.
“Kau dan aku berasal dari Vinctum, El,” jawab Kaz lembut. Namun El malah mematung dengan mata membelalak.
“Tidak, aku berasal dari Pirus. Dan aku dilahirkan oleh ibuku.” Tuntut El, menatap tajam Kaz. Ia merasa kesal dengan Kaz yang seperti mengada-ngada.
Kaz tetap mempertahankan senyum lembutnya meski El melototinya dengan sorot menuntut.
“Tidak, El. Aku dan kau juga berasal dari Vinctum. Kita semua berasal dari sana,” ujar Kaz dengan nada tenang.
"Kaz, aku tidak mengerti," El mengurut kening dengan dua jemarinya. Sebenarnya apa lagi ini?
"Sekitar dua puluh enam tahun yang lalu," Kaz membuka suara. "...ada sebagian Perawat dan Guru di Vinctum yang menentang tujuan Vinctum, yaitu untuk merebut kembali Beryl. Kelompok kontra di Vinctum kemudian memilih untuk melarikan diri dari Vinctum, beserta dengan membawa sekelompok bayi yang memiliki gen Eyerish di tahun tersebut, dan bayi-bayi itu adalah "
'kita'.”
“Jangan mengada-ngada,” desis El.
“Aku tidak mengada-ngada. Perawat dan Guru kita terombang-ambing di lautan. Mereka diserang oleh Vinctum. Beruntung sebagian besar kelompok kontra yang membawa bayi bersama mereka berhasil selamat dan singgah di Jasper. Namun sebagian kecil ada beberapa perawat atau guru yang menghilang, padahal mereka adalah petugas yang membawa bayi Eyerish langka. Di tahun itu, ada dua bayi yang diberkati oleh Vinctum. Bayi yang memiliki gen Eyerish api dan bayi yang memiliki gen Eyerish air. Dua Gen Eyerish langka.”
El tidak dapat berkomentar. Ia masih berusaha mencerna penjelasan yang di sampaikan oleh Kaz. Namun ia merasa ini tidak benar.
“Ya, kau adalah salah satu bayi itu, El. Kau dan juga Rom, Rom adalah Eyerish Api yang langka, sama sepertimu. Kami mengira petugas yang membawa kalian gagal ketika itu gagal, namun ternyata kalian tumbuh besar dengan baik.”
"Aku tidak mempercayai ini,” El menyisir rambutnya dari depan, frustasi menerima fakta baru yang merusak kenangan indah di masa kecil bersama orang tuanya. Yang bukan orangtua kandungnya. “Orangtuaku tidak pernah menceritakan apa pun.”
"El, kau dulu pernah buta sejak lahir kan?" tanya Kaz tiba-tiba.
El terkesiap. "Ba... Bagaimana kau tahu?"
"Perawatku memberitahukan hal tersebut. Kondisimu ketika bayi cukup mengkhawatirkan, para perawat dan guru berusaha menyelamatkanmu. Sepertinya kau memiliki gen yang cukup kuat, hal itu membuat terbentuknya kecacatan sementara sejak lahir."
El terhenyak. Ia kebingungan berusaha menyerap semua informasi yang mempengaruhi asal kehidupannya ini.
"Apakah orangtuamu pernah menjelaskan bagaimana kau bisa tiba-tiba melihat?" tanya Kaz.
El menggelengkan kepala. Ia ingat jika tiba-tiba saja ia bisa melihat setelah beberapa hari dari ulang tahunnya di usia ke-7. Orang tuanya hanya menjelaskan jika memang ada penyakit semacam itu, penyakit yang tiba-tiba sembuh begitu saja. Dan dia tidak mempermasalahkannya. Namun setelah ia dapat melihat, kemampuan anehnya mulai muncul.
"Aku ingin bisa bertemu dengan orang tuamu." Kata Kaz. "Kurasa salah satunya adalah perawat atau guru yang selamat dari pasukan Vinctum.”
“Memangnya dimana Perawat dan Guru yang membawa kalian?” tanya El.
Kaz terdiam, menyorotkan tatapan kelam pada El. Ia tidak menjawab pertanyaan itu.
"Oke, aku mengerti." Sela El segera. Entah kenapa ia membenci fakta asal mula kehidupan kelompok mereka yang menyedihkan ini. Juga mengenai orangtua yang bukan orangtua aslinya Apakah ia benar-benar bisa mempercayai Kaz?
Mungkin orang tua aslinya hanyalah petugas-petugas pembawa gen tersebut, kemudian meninggalkannya di sekolah itu untuk menjadikannya sebagai senjata untuk memberontak.
Fakta itu... menyakitkan.
Tentu ia tidak bisa menyalahkan orang tua kandungnya yang meninggalkannya di Vinctum. Argh, ini memusingkan.
"Aku mengira kami tidak akan bisa bertemu dengan kalian lagi." Ujar Kaz. "Kau dan Rom, kalian berdua adalah Eyerish harapan kami untuk dapat menghentikan niat Vinctum."
"Apa maksudmu?" tanya El tidak mengerti. "Kenapa aku dan Rom?"
"Kalian berdua adalah keturunan Eyerish terbaik." Jawab Kaz. "Eyerish di Jasper saat ini hanya ada 15 orang, tentu kami tidak akan cukup kuat melawan Vinctum bila hanya sendjri. Eyerish Api dan Air adalah Eyerish terkuat dalam sejarah kita. Mereka akan menjadi kuat jika bersama-sama."
"Aku tidak perduli memgenai siapa yang paling kuat." ujar El. "Tapi untuk apa kita terlibat dalam pemberontakan ini? Kenapa tidak biarkan saja Vinctum membalas dendam pada Pemerintah yang menjajah tanah mereka?"
Kaz terdiam memandang El untuk beberapa saat setelah mendengar runutan pertanyaan El. "Pemberontakan bukanlah sesuatu yang bisa dibiarkan saja." ujarnya pelan. "Pemberontakan hanya akan merugikan semua yang berada di tanah ini. Seandainya hal itu bisa dihentikan, maka akan lebih baik jika hal tersebut benar-benar dihentikan terlebih dahulu."
"Kau benar-benar berniat untuk menghentikannya, hah? Dengan cara apa? Dengan menyuruhku dan Rom berdiri di barisan paling depan untuk bunuh diri, hah?"
"El, kau belum memahami kekuatan alamiahmu."
"Oh ya, memangnya aku peduli? Bagaimana jika kita memilih untuk hidup tenang saja di Jasper? Teruslah seperti ini saja, bersembunyi dan hidup damai?"
"Aku tidak bisa memastikan berapa lama kita akan bertahan." Kata Kaz. "Kau lupa jika Eyerish hanya bisa bertahan hingga usia kurang lebih 30 tahun? Di desa kecil ini, anak tertua berusia 9 tahun dan dia adalah Eyerish tertua. El, Kita di sini berasal dari angkatan yang sama, usia kita sama, maka jika kita mati bersamaan, siapa yang akan menjaga anak-anak ini? Sebagian dari mereka memang bukan Eyerish, tapi mereka adalah generasi pembawa gen, siapa yang akan merawat mereka nantinya? Penduduk manusia Jasper tentu tidak cukup kuat untuk melindungi mereka."
"Sial, lalu apa rencanamu, hah?" El merasa kepalanya sudah terlalu berat.
"Aku hanya ingin perang itu dihentikan sebelum benar-benar terjadi. Dan..." Kaz menarik nafas. "Aku ingin Vinctum kembali ke tujuan awalnya sebagai kelompok yang ingin melestarikan keturunan Eyerish. Karena di sanalah kita bisa menitipkan anak-anak keturunan kita. Di sana terdapat perawat dan guru terbaik, serta fasilitas-fasilitas terbaik untuk merawat anak-anak ini. Dengan ini, aku baru bisa meninggal dengan tenang setelah yakin keturunanku akan diperlakukan dengan baik."
El menghela nafas, mengacak-ngacak rambut pirangnya, berusaha meringankan kepalanya yang terasa berat untuk menyerap semua informasi ini.
"Jadi kau sudah punya rencana untuk menggagalkan rencana pemberontakan Vinctum?" tanya El.
Kaz tersenyum hambar. "Aku punya satu rencana, tapi sayangnya kami telah gagal."
"Gagal?" ulang El.
"Ya." Kaz mengangguk. "Kami lagi-lagi gagal mengeluarkan Sasha dari Vinctum. Dan kini Rom malah sekaligus tertangkap di sana."
"Oke, sebenarnya siapa Sasha itu?"
Kaz terdiam sesaat. "Kau benar-benar tidak tahu?" tanyanya.
"Sialan, bagaimana aku bisa tahu? Aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu!" keluh El jengkel.
"Dan kau?" Kaz menoleh pada Ben yang diam mematung di tempat duduknya sejak tadi. Ben segera menggelengkan kepalanya.
Kaz menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan penting itu. "Sasha adalah Eyerish spesial yang langka, dan mungkin lebih kuat dari kau dan Rom. Tapi juga bisa lemah dari Eyerish lainnya." jelas Kaz.
"Sasha... Dia adalah Eyerish Pengendali Pikiran."
---*---