Chapter 20. Kisah Kelam dari Kaz

1525 Kata
Chapter 20. Kisah Kelam dari Kaz Setelah melewati persawahan, mereka melintasi hutan, dan akhirnya sampai di pinggiran hutan yang memperlihatkan tepian pantai sekitar 100 meter di depan. El tidak bisa membohongi dirinya yang selalu merasa bersemangat ketika melihat warna biru lautan. Reflek ia melangkah namun ia malah menabrak sesuatu di udara kosong. Ia tampak kebingungan, dan mulai mengibaskan tangannya, menyentuh sesuatu yang padat tak kasat mata di udara. Seperti dinding. "Apa ini?" tanyanya. "Dinding Udara." jawab Kaz. El memandang Kaz dengan penuh tanda tanya. "Semacam pelindung yang dibuat untuk melindungi Jasper." El masih mengerutkan dahi. "Bagaimana cara membuatnya? Apakah ini teknologi termutakhir?" Kaz tersenyum kecil. "Bukan. Aku yang membuatnya." El membulatkan mata memandang Kaz. "Ba... Bagaimana caranya?" "Kau lupa jika aku adalah Eyerish. Aku adalah Eyerish yang dapat menciptakan elemen pelindung. Aku membentuk lapisan tak kasat mata di udara, namun kokoh dan kuat." Kaz menepuk udara yang menimbulkan gaungan kecil. "Dinding Udara ini sifatnya sama dengan atmosfer bumi kita. Diciptakan dengan kumpulan unsur penting bumi, seperti nitrogen, oksigen, argon, air, ozon bahkan karbon dioksida. Unsur-unsur ini diolah dan disatukan dengan komposisi tertentu, membentuk lapisan kuat bertegangan listrik. Maka berhati-hatilah, lapisan dari dalam memang tampak aman, namun jika kau menyentuh Dinding Udara dari luar, kau akan terkena sengatan listrik. Dan apabila kau mencoba menyerang Dinding Udara ini, bisa terjadi pantulan atau bahkan reaksi dengan unsur dan molekul di dalamnya. Kusarankan untuk tidak bermain-main di dekat Dinding Udara jika kau berada di luar Jasper." "Wow." El mengangguk-angguk kagum. Ia mencoba memperkirakan keberadaan Dinding Udara tersebut, namun ia sama sekali tidak dapat melihatnya. Benar-benar tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Seperti sihir saja. "Kau akan bisa melihatnya ketika di malam hari yang agak dingin." Kaz seolah membaca pikiran El. "Unsur dan molekul yang berada dalam lapisan akan bereaksi karena banyaknya molekul uap air dan menunjukkan warna asli dari beberapa unsur atau molekul yang menjadi komponen di dalamnya." "Jadi... bagaimana kau membuatnya? Seperti sihir, hah?" tanya El. Kaz mengangguk. "Ya, seperti sihir, bisa dibilang begitu. Aku mulai mempelajari kemampuan ini sejak usia 8 tahun. Sejak saat itu aku mempelajari unsur dan molekul yang ada di udara. Bagaimana mereaksikan serta menyusun komposisi yang pas untuk menyusun lapisan. Aku mempelajarinya pelan-pelan kemudian mulai membuat lapisannya satu persatu hingga saat ini. Lapisan yang kubuat setebal dua meter, benar-benar kuat untuk menahan serangan Eyerish bahkan bencana alam sekali pun seperti tsunami atau pun angin badai." "Tunggu dulu, maksudmu... kau membangun bagian-bagian Dinding Udara sedikit demi sedikit sejak kau berusia 8 tahun?" tanya El terperangah takjub. Kaz mengangguk. "Ya, dan hingga sekarang, aku masih terus mengawasi setiap milimeter bagian pada Dinding, aku terus memperbaiki dan memperbarui komponennya ketika mulai rusak." "Bagaimana caranya?" "Setiap Eyerish memiliki kepekaan yang berbeda. Seperti kau yang sangat peka dengan keberadaan air, begitu pula dengan diriku, aku bisa merasakan kekosongan yang disebabkan kerusakan pada bagian dinding yang kubuat. Dinding ini sudah seperti kulitku sendiri. Aku bisa merasakannya di setiap bagian." "Apa yang terjadi jika seseorang mencoba menerobos dinding udara ini?" tanya El kemudian. "Aku bisa merasakannya." Jawab Kaz. "Apakah itu artinya serangan itu akan berefek pada tubuhmu?" Kaz tersenyum. "Kau mengerti dengan sangat cepat. Dan Ya, jika ada bagian Dinding yang diserang, aku bisa merasakan efek serangan itu di tubuhku sendiri." "Hmm, kedengaran sangat tidak baik." komentar El. "Kau bisa mati kapan saja jika Dinding ini pecah." Kaz tertawa. "Tepat sekali. Tapi dinding ini cukup kuat. Kuperkirakan aku tidak akan mati dengan serangan 50 Eyerish sekali pun." "Ini tidak lucu, sobat." El menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mempercayai kengeriannya. "Kau seperti mengorbankan dirimu." Kaz tersenyum kecil mendengar kata-kata El. "Bukan," ujarnya. "Ini sudah tugasku. Semua penduduk di Jasper memiliki tugas masing-masing. Dan tugasku adalah membangun Dinding Udara untuk melindungi penduduk." "Apakah kau melakukan tugasmu ini dengan sendirian?" "Tentu saja, kelahiran Eyerish Pengendali Unsur cukup langka, di angkatan kita, hanya aku yang mendapat kemampuan ini. Tapi sekarang kami mendapat keturunan Pengendali Unsur, sekarang dia sudah berusia 2 tahun." "Syukurlah. Tapi saat ini kau berjuang sendiri. Kurasa ini penyebab kau tampak seperti pria kurang gizi. Ehm, maaf, maksudku..." "Tidak apa-apa, aku mengerti." Kaz malah tertawa. "Karena bentuk tubuhku yang kecil, jadi tidak ada yang mengira jika usiaku sudah lebih dari 25 tahun." "Kurasa itu salah satu keuntungannya." El nyengir saja. "Hmm, jadi jenismu berbeda dengan Mey? Mey adalah pengendali udara, aku benar kan?" "Ya, Benar sekali. Aku akan segera menjelaskan kepadamu. Penjelasan mengenal kemampuan yang kumiliki ini hanyalah sebagai pembuka." Kaz kini berbalik meninggalkan Dinding Udara. "Ayo," ujar pria itu yang sudah berjalan kembali. El dan Ben segera mengikutinya di belakang. "Wah, ini semakin keren," bisik Ben pada El. El hanya mengedikkan bahu. Keren, ya, tapi semakin rumit. Kaz mengajak mereka memasuki sebuah bangunan dari batu yang berada di tengah-tengah hutan. Bangunan itu tampak seperti rumah jika seandainya dibangun dengan lebih rapi lagi. Orang-orang di kota pasti menganggap bangunan ini adalah situs kuno jika mereka membandingkan dengan peradaban di kota jaman sekarang. Di dalam bangunan itu gelap gulita. Namun Kaz tetap melangkah masuk, dan ia menepukkan tangannya tiga kali. Seketika ruangan di dalam bangunan batu itu menjadi terang benderang dengan pencahayaan dari deretan gelas-gelas kaca di setiap sisi ruangan. El dan Ben mendekati gelas-gelas kaca itu, menyadari jika isi di dalamnya adalah kelompok kunang-kunang. "Duduklah," Kaz duduk di salah satu kursi batu dimana sebuah meja bundar dari batu yang mungkin berdiameter 1 meter memenuhi ruangan. Batu-batu berbentuk kursi telah tertata rapi mengelilingi meja bundar tersebut. El dan Ben memilih duduk berdampingan dihadapan Kaz. "Aku akan mulai menjelaskan mengenai sejarah Eyerish," kata Kaz. "Kalian pasti belum pernah mendengarnya karena kisah ini hanya disampaikan oleh sedikitnya orang yang benar-benar mengetahuinya saja." "Dulu pada awalnya pemilik tanah dunia ini adalah nenek moyang para Eyerish sejati. Eyerish hidup dengan damai, mereka lahir dengan memiliki kemampuan berbeda. Kemampuan ini digunakan mereka dalam melaksanakan tugas untuk menjaga keseimbangan kehidupan di dunia Eyerish. Hingga akhirnya, ribuan tahun kemudian, muncul lah para pelaut-pelaut dari dunia lain singgah di dunia Eyerish. Para pelaut itu adalah makhluk yang berbeda dari Eyerish. Mereka disebut manusia dan tidak memiliki kemampuan apa pun. Setiap makhluk hidup ciptaan Tuhan memiliki kelemahan dan kelebihan, nenek moyang Eyerish memang memiliki kekuatan yang luar biasa, namun manusia-manusia ini, meski pun lemah, para manusia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dengan kehadiran manusia, kehidupan di dunia Eyerish mulai berkembang. Yang biasanya bercocok tanam hanya mengandalkan kemampuan Eyerish, para pelaut manusia yang singgah memperkenalkan peralatan bercocok tanam. Teknologi mulai muncul di tanah Eyerish. Sebagian manusia itu mulai menetap di tanah kita, dan ini menyebabkan adanya pencampuran antara manusia dan Eyerish. Pada awalnya sama sekali tidak ada perselisihan diantara Eyerish dan kelompok pendatang. Kedua kelompok hidup dengan damai. Beratus-ratus tahun berikutnya kembali berdatangan kelompok manusia baru yang disebut Manusia Generasi Kedua. Kelompok Manusia Generasi Kedua ini berbeda dengan kelompok Manusia pada Generasi Pertama. Manusia Gen kedua memiliki sifat tamak, mereka berencana untuk merebut tanah Eyerish." "Akhirnya untuk pertama kalinya terjadilah perang antara manusia dan Eyerish. Meskipun Eyerish memiliki kemampuan alamiah yang kuat, namun manusia-manusia pendatang itu membawa teknologi perang yang mampu mengalahkan Eyerish. Mereka berhasil membuat kelompok Eyerish tertekan dan kelaparan. Kelaparan membuat para Eyerish tidak memiliki energi untuk dapat mengendalikan kemampuan mereka. Pada akhirnya Eyerish menyerah, dan tanah kita berhasil dikuasai oleh Manusia pendatang Generasi kedua." "Pada awalnya manusia Gen kedua ini membuat perjanjian damai yang masih dapat diterima oleh Eyerish, namun berpuluh-puluh tahun kemudian, manusia-manusia ini mulai menunjukkan sikap anti pada Eyerish. Tampaknya Mereka takut jika Eyerish bersatu untuk membalas dendam serta menyingkirkan mereka dari Pulau. Dan mulailah gerakan genosida yang mengerikan. Kelompok Eyerish yang ditemukan dikumpulkan dan dibakar hidup-hidup. Bahkan manusia yang mencoba melindungi Eyerish juga dibunuh. Gerakan ini berlangsung bertahun-tahun hingga Manusia Gen Kedua merasa puas dan yakin jika Eyerish benar-benar sudah musnah di pulau-pulau dunia Eyerish. Namun Manusia Gen Kedua saat itu tidak tahu jika pencampuran Manusia Gen Kesatu dan Eyerish telah terjadi berabad-abad sebelumnya. Gen Eyerish telah tersimpan dalam pencampuran ini. berdasarkan persilangan, generasi Eyerish akan kembali hadir, Entah keturunan keberapa. Gen Eyerish berbeda dengan gen manusia, gen Eyerish sangat kuat melekat di dalam tubuh pembawa keturunan sehingga tidak akan pernah musnah dalam proses penurunan sifat. Karena mengetahui hal itu, Manusia Gen Kedua mulai melakukan p*********n pada anak-anak yang terdeteksi sebagai Eyerish, para pembantai ini lah yang disebut Eye Tracker. Namun gerakan ini tidak cukup efisien karena keterbatasan pasukan dan lemahnya informasi untuk pendeteksian. Tapi pemerintah yang fobia Eyerish tetap melancarkan aksi apa pun untuk menekan perkembangan Eyerish." El terhenyak. Ia menyimak setiap kalimat yang diucapkan oleh Kaz, ia merasa cerita itu begitu... jahat. Sangat-sangat jahat. Ia bahkan merasa malu dan tidak ingin dianggap sebagai manusia untuk pertama kali dalam hidupnya. Tunggu, cerita ini benar-benar sudah diverifikasi bukan? "Jika ceritamu memang benar," kata El. "Entah, aku merasa sangat mual." Lenguhnya muak. "Yah, memang begitu adanya." Kaz tetap kalem seperti sebelumnya, padahal ia sudah menjabarkan kisah kelam yang mengerikan itu dengan runtut. "Lalu apa yang terjadi setelahnya?" tanya El. Kini ia tidak bisa membohongi dirinya jika ia penasaran dengan kelanjutan kisah Kaz. ---*---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN