“Aku sudah tahu kalau kamu akan datang, Sayang,” ucapnya setelah melepaskan pagutan bibir mereka. Sheira seperti singa betina yang kelaparan dengan sigap dia ingin membuka pakaian David satu persatu, tetapi saat ingin melakukan lebih kembali bayangan wajah Delia terlintas begitu saja dan untuk sekian kalinya pria tampan itu mendorong tubuh wanita cantik itu sampai-sampai terhuyung ke belakang. “Apa yang kamu lakukan, David? Setiap aku menginginkan kamu selalu saja kamu mendorongku, ada apa sih?” tanyanya dengan kesal. “Katakan, apa tadi papi ke sini? Apa yang kamu katakan sama papi? Jawab!” teriaknya dengan menatap tajam ke arahnya. “Ada apa Sayang, dia kan calon mertuaku, kan? Apa salah aku mengakrabkan diri dengan papimu, bukannya kita akan menikah, katanya kamu ingin membantuku te

