16. Permintaan Tuan Bram

1216 Kata

Tuan Bram memperhatikan gerak-gerik Delia yang membisu tetapi tatapannya ke arah David sehingga membuatnya sedikit curiga. “Ada apa ini, mengapa Delia menatap David seperti itu, apakah mereka sedang berbicara menggunakan telepati, atau mereka pernah bertemu sebelumnya, wah sebuah kebetulan yang menarik,” ucap Tuan Bram dalam hati sambil tersenyum. Delia lalu mengambilnya cek itu lalu memandangnya, siapa yang tidak tergiur dengan tawaran itu, bahkan dia bisa membawa ayahnya untuk pergi ke rumah sakit, tetapi dia tidak mau dicap sebagai gadis mata duitan, sehingga dirinya menolak pemberian itu. “Sudah aku duga kamu akan menerimanya,” ejek David tersenyum sinis. “Maaf Pak, sebelumnya saya berterima kasih dengan hadiah mewah ini bagi saya, tetapi saya tidak ingin apa yang saya lakukan u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN