“Kenapa elo nggak bilang dari tadi sih?” tanyanya kesal. “Lah gue juga baru lihat tadi kok, lagian kenapa juga elo punya gambar begituan? Aneh banget,” cibir Billy sambil terkekeh. “Ah berisik elo! Cepat ambil celana gue di mobil, kuncinya ada sama satpam, gue masuk dulu, nggak sempat mau ganti! Dan lihat dari CCTV siapa saja yang telah menertawakan gue potong gaji dua ratus ribu rupiah,” ucapnya penuh penekanan sembari masuk ke ruangannya sendiri. “Ya ampun David, dia yang salah malah kita yang kena semprot, dasar bos galak, mudah-mudahan saja ada yang bisa menjinakkan singa ini,”gerutu Billy sedikit kesal sembari melangkah menuju lift. Sementara itu di dalam ruangan David, sudah terlihat dengan jelas Tuan Bram yang duduk di kursinya. “Se—selamat pagi, Pi,” ucapnya sembari tersenyu

