Edwin mengambil laptopnya dan memasangkan benda kecil itu di sana. Dengan wajah serius pria paru baya itu melihat ke layar pipih itu, tetapi tak lama kemudian terukir sebuah senyuman mengembang dari sudut bibirnya. Begitu juga dengan yang lainnya yang ikut tersenyum saat melihat Edwin terlihat bahagia. “Sepertinya sangat menarik sehingga kamu melihatnya begitu bahagia,” sindir Lena Istri Edwin. “Sayang, apalagi yang bisa mengekspresikan bahagiaku saat dokumen inilah yang selalu aku nantikan, kamu tahu data ini bernilai sangat fantastis sepuluh milyar, dan jika kita yang memenangkan tender itu pasti kita akan untung besar,” sahut Edwin tampak semringah menjelaskan semuanya. Lena pun berdiri dan menghampiri Edwin yang masih memegang laptop itu, lalu duduk di samping suaminya. Edwin pun m

