Lima bulan. Lima bulan lamanya Angga ditinggal—lebih tepatnya merasa ditinggalkan—oleh Fresya. Gadis yang sama sekali tidak memberi pesan atau sebuah hal yang memberitahukan keadaaan maupun tempatnya berada. Akun sosial media gadis itu juga seakan ditelan bumi. Tidak ada pemberitahuan pasti. Dan selama itu juga Angga seperti anak kecil yang kehilangan orang tuanya di supermarket. Hanya bisa menangis dan menyesali apa yang ia perbuat. Karena tidak mendengar apa yang orang tuanya beritahu padanya. Lelaki yang kini tengah duduk di kursi kebesarannya itu hanya bsia menghela napas melihat tumpukan kertas yang menjadi tugasnya sebagai penerus satu-satunya. “Pak Angga, ada yang ingin bertemu dnegan Bapak,” ujar sekretarisnya dnegan nada amat sopan setelah membuka pintu. Angga hanya bisa mengan

