“Dari situ, Papa langsung temuin Fresya. Bilang sama dia kalau kayanya Angga harus dikasih pelajaran. Sok-sokan tebar pesona, tapi gak mau nanggung dari perbuatannya.” Dela menganggukkan kepalanya. “Terus rencana selanjutnya apa?” “Fresya pulang,” jawab Kakek dan Farhan bersamaan. “Pulang?” Beo Dela tidak mengerti. “Ya. Fresya bakal dikirim pulang ke Vietnam. Lagi pula di sini waktunya tinggal satu minggu.” Dela sebenarnya ingin membantah namun urung saat melihat suaminya yang kini menggelengkan kepala agar dirinya tidak protes. “Tapi kenapa Kakek bisa tahu kalau Abang bentar lagi bucin?” Tanya Marsha dengan mata yang menatap tajam sang Kakek. “Lihat saja sekarang. Baru tahu kalau dia gagal karena gak bisa ngejaga Fresya yang berharap sama dia aja udah kaya gila.” Marsha mengangg

