“Makanya jangan pura-pura dingin. Pake nyuruh pergi lagi. Sayang kan kamu sama aku, Angga?” Citt. Angga berhasil memberhentikkan mobilnya dan menengok ke belakang. Melihat siapa yang baru saja berbicara dengannya dalam mobil. Anga tidak ingin semakin berhalusinasi dan membuat dirinya gila hanya karena satu orang perempuan. Angga juga tidak bisa terus-menerus membayangkan jika dirinya akan selalu berada di sisi gadis itu, kan? Sungguh, Angga tidak pernah berfikir jika semua yang ada pada Fresya membuatnya gila. Sampai-sampai Angga bisa mendengar dengan jelas suara gadis itu di belakang mobilnya. Bukan seperti tadi yang hanya kalimat lampau. “Hai, gantengnya Fresya! Kenapa? Kok kaget banget? Di belakang aku gak ada yang aneh-aneh kan?” Ba-bagaimana bisa gadis itu ada di dalam mobilnya

