“Abang?” Fresya mengangguk. Gadis itu menatap Rasya—adik kedua Angga penuh harap. “Dia pulang ke rumah, kan? Apa dia ada di sini sekarang?” “Kenapa Kakak tanyain Abang terus?” “A-aku.. ehm, gak. Aku cuman mau tanya aja. Soalnya dia gak ke apartemen seminggu lebih.” “Emang menurut Kakak, di saat kaya gini Abang bakal mikirin Kakak? Jelas Abang bakal mikirin adiknya dulu sebelumnya pacarnya.” Fresya yang datang dengan wajah khawatir juga pucat itu seketika langsung berubah. Keningnya mengerut dengan halis hitam buatan yang hampir menyatu. Tak lupa matanya yang kecil ikut menyipit. Tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh adik dari Angga yang satu itu. Memang atas dasar apa Angga memikirkannya? Toh, ia hanya bertanya apakah Angga ada di rumah lelaki itu atau pindah apartemen. “Mak

