“Speak... speak... speak... bego, t***l, racun!” Erik mengomeli Nadia yang sedari tadi belajar akting dengan memasang berbagai ekspresi wajah dari mulai sedih, marah, menangis dan tertawa. “Speak... speak... speak... bego, t***l, racun!” ulang Nadi mengikuti gaya bicara Erick yang sok bisa dalam banyak hal. “Katanya mau jadi aktris gimana sih, malah diam saja.” “Aku lagi mikir mau ngomong apa.” Nadia meniup poni rambutnya yang mulai memanjang. “Kelamaan mikirnya! Dasar bego, t***l, ra—“ “Stoppp!” Sabrina memutar kedua bola matanya dengan jengkel. Dia bosan mendengar kemarahan dan kemurkaan Erick, bosan mendengar pembelaan Nadia. Dia bosan dan kesal dengan kedua sahabat absurdnya itu. Mungkin kalau Oliv bergabung dengan Erik dan Nadia mereka akan m

