BAB 17

1012 Kata

    Pupil Elina melebar. Mulutnya ternganga dan nyaris berteriak histeris melihat pemandangan miris yang membuatnya pilu. Leon dan Sabrina berciuman di hari pernikahan Sabrina dan Varell. Napas dan d**a Elina mendadak sesak. Dia membungkam mulutnya dengan tangannya dan pergi dengan langkah perlahan.      Wajahnya pucat pasi. Napasnya masih tersengal. Dia tidak bisa mengatur kepanikan dan kekhawatirannya. Adegan ciuman putra sulungnya dengan menantu yang menjadi istri putra bungsunya membuat otaknya lumpuh. Tidak bisa berpikir apa pun. Dia menyambar air yang berada di atas meja. Terduduk lemas masih dengan wajah pucat pasi.      “Mamah kenapa?” tanya Ferry mendekati istrinya. Tampak kilatan kekhawatiran dari wajah sang suami.      “Tidak, Pah. Mamah hanya sedikit pusing. Kecapaian kali y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN