Saat sampai di kantor dia melihat seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh lima tahun dengan blazer warna merah, rambut blonde karena cat rambut dan kuku yang diberi warna kutek merah. Dia tersenyum ke arah Varell dan mengangguk kecil. Varell yang terkenal sebagai pria dingin tentu saja enggan tersenyum pada orang yang tidak dikenalnya. Jangankan orang biasa, sekelas artis atau pejabat pun dia enggan tersenyum kecuali sudah saling kenal. Wanita berambut blonde itu mendekati meja Varell. “Selamat pagi, Pak. Saya sekretaris baru di sini.” “Sekretaris?” Mata Varell menyipit. Wanita itu mengangguk. “Anita Kemala.” Dia mengulurkan tangan di depan Varell. “Saya mau bertemu bagian HRD dulu.” Varell bergegas ke bagian HRD untuk menanyakan soal sekretaris bar

