“Ibu tidak apa-apa?” tanya Anita meraih lengan ibunya. “Hanya sedikit sakit di bagian tumit.” Varell kesal karena Anita begitu berlebihan hingga membuat waktunya terbuang. Mengantar sekretaris barunya yang ketakutan karena ibunya terjatuh. “Oke, kalau Ibu kamu baik-baik saja, saya permisi pulang.” “Tunggu...” Anita mencegah Varell. “Ibu mau kenal sama Pak Varell.” kata Anita senyam-senyum. “Ini, Bosmu, Nit?” tanya Ibunya. Anita mengangguk. “Sepertinya Ibu baik-baik saja, saya permisi pulang ya, Bu.” “Terima kasih ya, Nak, sudah mengantar putri saya pulang.” Varell menanggapi perkataan Ibu Anita dengan senyum yang dipaksakan dan mengangguk keci. “Nak, di luar hujan. Bagaimana kalau ngeteh dulu saja di sini.” Wanita paruh baya

