“Erik Prakasa.” Erik mengulurkan tangannya pada Varell yang kini duduk di samping Sabrina. Kali ini pria itu tampak sedikit ramah. Dia juga melempar senyum pada Nadia, Erik dan terkadang pada Sabrina. “Varell,” jawabnya seraya menjabat tangan Erik. “Bagaimana nih perasaannya jadi bos muda di RFO?” tanya Erik emncairkan suasana. Varell menoleh sekilas pada Sabrina yang tampak sedikit tegang. Wanita itu selalu saja menampakkan keegangannya apabila ada Varell seakan Varell akan membuka semua aibnya pada siapa pun yang sedang bersama mereka. “Ya begitulah. Lebih banyak stresnya daripada bahagianya.” “Tapi kan lebih banyak wanita yang mendekati kalau sudah jadi bos di RFO.” Kali ini Nadia yang bercanda. Nadia dan Erik adalah tipe orang yang tak pernah canggung

