“Sebenarnya saya dan Pak Varell—“ “Sab, Varell berniat menikahimu. Aku harap kamu bisa menjadi istri Varell. Saya melihat dia berubah semenjak mengenalmu. Dia tidak sedingin seperti biasanya. Pokoknya saya senang kalau kamu bisa merubah Varell.” Kata Pak Ferry penuh harap. Haruskah aku mengikuti permainan Varell? *** Aku memilih duduk di bangku panjang taman kota. Di bawah naungan pohon linden bersama sayupnya angin pagi menjelang siang yang menerpa wajah dan rambutku. Aku melihat sekeliling yang sepi, hanya ada beberapa orang yang berada di taman. Ya, di ibu kota pada jam-jam seperti ini semua orang sibuk bekerja. Mungkin mereka yang berada di sini adalah pengangguran atau orang-orang yang sengaja libur kerja hanya untuk menikmati suasana di pagi menjelang siang

