5. Hanyut Dalam Kemesraan

1067 Kata
Pagi harinya Nastya tengah mengepel lantai kamar milik Saiko, tiba-tiba bosnya tersebut melemparkan sebuah baju dan celana pendek bermerk mahal. "Buruan mandi dan pakai itu, sebentar lagi kamu mulai dengan tugas barumu!" "Iya," jawab Nastya buru-buru menyelesaikan pekerjaannya dan segera kembali ke kamar. Nastya begitu senang, saat mandi dia sambil bernyanyi membayangkan uang lima milyar. Hanya disuruh berakting dia mendapatkan bayaran tinggi, rasanya seperti aktor terkenal. "Kebetulan aku butuh uang banyak untuk merenovasi hotelku, jadi aku harus bisa pandai merogoh uang Saiko. Sepertinya dia pemuda royal," batin Nastya. Setelah mandi, Nastya membenarkan rambut palsunya yang berwarna hitam dan juga memakai parfum cowok. Biar tidak dicurigai dia juga memakai kemben agar buah dadanya bisa tertahan dan terlihat rata. Walaupun sedikit merasa sesak tapi Nastya tidak mau mengeluh. Semua demi orang tuanya dan kejayaan Bima Sakti. "Ternyata aku ini tampan juga ya?" gumam Nastya memuji diri sendiri. Memang, Nastya memiliki wajah tirus, hidung mancung dan dagu runcing. Ketika menyamar sebagai lelaki dia tampak tampan seperti boy band Korea yang kulitnya putih mulus. Setelah puas dengan penampilannya sendiri Nastya segera masuk ke kamar milik Saiko, dan dia sangat terkejut melihat bosnya hanya memakai handuk yang dilingkarkan sepinggang saja. Bagaimanapun juga selama ini Nastya gadis baik-baik yang tidak pernah melihat hal begituan dalam jarak sedekat ini, walaupun hidup di luar negeri tapi dia juga fokus belajar dan bahkan belum pernah pacaran. "Kenapa kamu canggung begitu? Bukankah kita sesama lelaki?" tanya Saiko heran. "Tidak, saya sudah biasa melihat sesama lelaki telanjang sekalipun," jawab Nastya agak gugup. "Benarkah? Bagaimana kalau kamu bantu aku mandi?" goda Saiko memasang wajah datar. "Apa?" pekik Nastya kaget. Saiko berlalu pergi dan masuk ke kamar mandi tanpa menjawab apapun. Nastya merasa aneh, sebab Saiko memiliki karakter yang sulit ditebak dan tidak masuk akal. Cukup lama Saiko mandi, dan Nastya merasa bosan karena bingung mau ngapain. Semua tugas membersihkan kamar juga sudah selesai. Dia hanya duduk saja sambil bengong. ******************** Sedangkan Saiko yang berada di dalam kamar mandi tengah tersenyum sendiri, entah kenapa dia merasa jika Jimmy tampak begitu menarik. Apalagi saat tadi diminta untuk memandikannya, siapa sangka jika pemuda kecil itu akan merespon dengan rasa terkejut. "Kenapa dia terlihat begitu cantik? Dan dalam hatiku ada keinginan untuk mengerjai dia," batin Saiko heran. Kemudian Saiko mendengar ada suara bel kamarnya berbunyi, dia tahu jika itu pasti adalah Array dan Masayu. Saiko segera menyambar handuknya kemudian keluar dari kamar mandi. "Jimmy, cepat kamu ambilkan pengering rambut!" pinta Saiko. "Oh, iya," jawab Nastya yang terkejut. "Cepatlah keringkan rambutmu, dan ingat! Panggil aku Saiko, kamu harus berpura - pura menjadi kekasihku, jangan lupa dengan peranmu!" kata Saiko tegas. "Iya," jawab Nastya paham. Saiko duduk bersantai di sofa, ketika Nastya mulai mengeringkan rambutnya dia segera membuka pintu dengan remotnya. Tak berapa lama kemudian datang dua orang yang tidak lain adalah Array dan Masayu. "Saiko," lirih Masayu terkejut melihat kemesraan Saiko dengan seorang lelaki. "Masuklah!" kata Saiko santai. Masayu melangkah maju dengan ragu, tapi dia sudah bertekad untuk mendapatkan Saiko sejak awal. "Iya," jawab Masayu berubah cerah dan tersenyum riang, bahkan gadis itu duduk tempat di samping Saiko. Saiko mulai merasa tidak nyaman, dan Nastya menyadarinya. "Mau aku ambilkan baju?" tanya Nastya bergaya cool. "Iya," jawab Saiko lembut dan menatap dengan penuh kasih sayang. Nastya merasa jijik dengan tatapan itu, walaupun dia sendiri tahu jika hal ini hanya berakting saja. "Masayu, kamu sudah makan belum? Kalau belum bisa ditemani Array turun, kalau malas turun kamu tinggal pesan apa nanti biar diambilkan Array?" tanya Saiko mencoba tenang. "Aku masih kenyang, aku baru saja sampai dan merasa lelah," jawab Masayu semakin mendekati Saiko. Kepala Saiko langsung pusing begitu mencium aroma make up dan juga parfum. "Array, ambilkan Masayu minum. Setelah itu kamu bisa keluar!" Saiko segera berdiri untuk menghindari Masayu, dia mendekati Nastya yang masih berdiri di depan lemari. Array sigap dan selalu tahu apa yang diinginkan oleh bosnya tersebut. "Silahkan," ucap Array kemudian berlalu pergi. Array sebenarnya sangat penasaran dengan pertunjukan ini, tapi sayang Saiko sudah tahu niatnya. Array hanya tersenyum saja membayangkan sang bos sampai menyamar menjadi gay hanya demi menggagalkan pertunangan dengan Masayu. Nastya sendiri juga heran, sebab Masayu memiliki wajah yang cantik dan juga tubuh bagus. Tapi kenapa Saiko sama sekali tidak tertarik dan malah memintanya untuk berpura-pira menjadi pacarnya. "Tidak masuk akal," gumam Nastya. Saiko yang mendengar ucapan Nastya langsung memeluk dari belakang. "Apa yang tidak masuk akal?" bisik Saiko mesra. "Lepaskan," jawab Nastya kaget. "Kamu marah ya, baiklah nanti akan aku jelaskan!" balas Saiko dengan suara tertahan. Nastya paham jika ini hanya salah satu dari akting, diapun segera memikirkan cara untuk melepaskan diri dari pelukan Saiko. "Capat pakai bajunya, aku tidak ingin ada yang melihatmu seperti ini," ucap Nastya. Akan tetapi Saiko merasa aneh, saat dia memeluk Nastya dari belakang ada aroma lain selain parfum lelaki. Entah kenapa aroma itu bisa menenangkannya dari pusing akibat bau parfum wanita dan make up tadi. "Cepat pakai!" pinta Nastya lagi berpura - pura galak. "Iya," jawab Saiko tertawa sambil melepaskan tangannya. Kemudian dia masuk ke ruang lain untuk memakai baju dan celana pendek. Sedangkan Nastya tersenyum canggung saat Masayu menatapnya dengan rasa penasaran. "Kamu adiknya Saiko ya? Perkenalkan namaku Jimmy," kata Nastya mendekati calon tunangan Saiko. "Adik?" pekik Masayu kaget. "Iya, Saiko bilang katanya adiknya yang dari Jepang mau berkunjung kemari," balas Nastya tersenyum penuh kemenangan. Tak lama kemudian Saiko datang dan sudah memakai pakaian lengkap, tak bisa dipungkiri lagi jika Saiko merupakan pria yang memiliki bentuk tubuh kekar dan berotot. Hanya saja memiliki ekspresi dingin dan cuek. Lagi dan lagi Saiko memeluk Nastya dari belakang, hal ini yang membuat Masayu menjadi curiga. Nastya sendiri juga tidak mampu menolak, jika dia mendorong tubuh Saiko rencana mereka akan gagal dan uang lima milyar lenyap. "Masayu, aku harap dengan ini kamu bisa mengerti. Aku tidak bisa menikahimu karena aku hanya mencintai sesama jenis. Kamu Gadi yang cantik dan cerdas, aku yakin kamu bisa mendapat penggantimu yang lebih baik. Jadi aku mohon kamu bisa menjelaskan pada kedua orang tua kita," ucap Saiko serius. "Saiko, ini kamu sedang becanda dan hanya mengerjai aku saja kan?" tanya Masayu masih tidak rela. Saiko segera memutar tubuh Nastya, diciumnya bibir Nastya bahkan dilumat sampai dalam. Seluruh tubuh Nastya membeku, otaknya sudah tidak berfungsi lagi. Ingin memberontak tapi tubuh dan kedua tangannya dicengkeram erat oleh Saiko. Saiko sendiri memejamkan matanya dan hanyut dalam kenikmatan yang belum pernah dirasakannya. "Jimmy, kamu sangat enak sekali," batin Saiko heran dan masih ingin lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN