Eleana belum sempat mencerna dan menjawab pertanyaan besar di kepalanya saat sang suami memagutnya kembali dan kali ini lebih intens dari sebelumnya. Tak ada yang bisa ia lakukan selain diam dan pasrah menerima perlakuan sang suami yang kali ini sangat jauh berbeda. Biasanya Bryan tak pernah menciumnya. Sejak awal ia selalu memaksanya untuk membuatnya merasakan apa yang dirasakan sang mama. Namun, apa yang terjadi saat ini benar-benar aneh. Dalam buaian panjang, Eleana hanya bisa membatin dalam hati. “Kenapa dia? Kenapa tidak menyiksaku lagi seperti dua tahun belakangan? Kenapa dia memperlakukanku seperti seorang istri?” Rasa kesal dan geram berkecamuk dalam hati wanita cantik itu. Apa dengan memperlakukannya manis seperti ini hatinya akan luluh? Tidak, sampai mati pun ia tak akan melup

