"Anda mau ke mana, Pak?" Dimas mengernyit heran saat melihat sang atasan meraih koper dari kamar hotel, padahal agenda bisnis masih beberapa minggu lagi. Pria berpenampilan rapi itu bertanya-tanya, ke mana gerangan sang atasan akan pergi. Bryan menoleh sekilas, lalu mengabaikan sekretarisnya begitu saja. Ia akan segera ke lobi hotel untuk menyelesaikan administrasi hotel karena ia akan pulang hari itu juga. Dimas yang diabaikan oleh Bryan, semakin heran. Tanpa banyak kata, ia menghentikan langkah sang atasan. "Anda mau pulang, Pak?" Sambil menggerutu kesal, Bryan akhirnya menghentikan langkahnya lalu menoleh serta berkata, "Kamu sudah tahu, kan? Kalau aku sedang menyeret koperku, itu artinya apa?" "Saya tahu. Tapi kenapa Anda pulang mendadak? Bukankah kita masih harus di sini dua ming

