Jika sebuah tamparan dapat membuat Wanda memaafkannya dan kembali untuk mencintainya, Arga bersedia. Seperti yang baru saja ia alami. Dugaannya tepat. Akurat. Ia sudah tahu hal ini akan terjadi. Arga sudah menduga, hal pertama yang dilakukan Wanda adalah menamparnya. Arga sudah mempertimbangkannya sejak kemarin. Menyadari akan kebodohannya, Arga berdiam diri. Menatap Wanda yang ternyata lebih syok dibanding dirinya sendiri. Dan reaksi yang terjadi pada perempuan itu membuat Arga mengambil langkah lebih nekat. Dia sudah tidak peduli. Kepalang basah, mandi saja sekalian. Sudah sampai sejauh ini, teruskan saja hingga ia mendapatkan yang menjadi tujuan utamanya. Arga tak memperdulikan sisi wajahnya yang semakin berdenyut karena tamparan Wanda. Walaupun tidak terlalu keras, tetapi tetap saj

