Wanda menghirup oksigen di sekitarnya dengan rakus. Memantapkan hatinya sebelum memberanikan diri untuk mengetuk pintu sebuah unit apartment bernomor 1003 di hadapannya. Gadis itu perlahan mengangkat kepalan tangannya dan mulai mengetuk pintu. Tok! Tokk!! Tokkk!!! Tak ada jawaban. Tak ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Ah! Bodoh sekali! Untuk apa mengetuk jika ada intercom di samping pintu? Wanda memukul-mukul pelan kepalanya. Merutuki keluguannya. Maka sekali lagi gadis itu memberanikan diri untuk memanggil pemilik flat di depannya. Satu. Dua. Tiga. Wanda memencet tombol sebanyak tiga kali. Tak ada respon. Tak ada jawaban. Ia mulai tak sabar. Kebiasaan buruknya yang suka menggigit bibir itu tak dapat dihindari. Tangannya yang lain meremas kantung plastik berisi seporsi mie goreng l

