"Ahhh." Arga mendesah hebat sebagai ekspresi rasa nikmat yang ia rasakan. Matanya terpejam. Mulutnya terbuka. Bulir keringat keluar dari pori-pori dahinya. Mengalir membasahi pipinya. "Hmmh." Wanda tertawa sendiri melihat reaksi dari pria itu. Tangannya terulur untuk menyeka keringat yang membasahi wajah Arga . "Segitu enaknya?" Masih memejamkan matanya, Arga mengangguk. "Banget! Makasih, Sayang." "Sama-sama," balas Wanda. "Udah lama banget aku nggak makan mie goreng. Kamu paling the best deh!" Arga mengacungkan jempolnya pada Wanda. Membuat gadis itu terkikik. "Kampungan! Masa makan mie goreng aja sampai segitunya. Orang kampung aja nggak gini-gini amat," ledek Wanda. "Bukan cuma karena mie goreng, sama birnya. Tapi karena ada kamunya. Hehe," cengir Arga. Wanda mendengus. Dalam

