NINETEEN

1602 Kata

"Baru turun dari bis nih." "Masih jauh?" Wanda tertawa. Duh! Iblis albino satu ini. Rasanya Wanda benar-benar ingin melempar Arga  dengan hard case gitarnya yang baru ia beli satu jam lalu. Sigh. Bagaimana bisa pria dingin berotak iblis yang menyebalkan dan penggoda seperti Arga  ini menjadi sangat perhatian padanya? Jujur saja, Wanda rasanya ingin melayang karena terlalu dibanjiri oleh berbagai kata cinta dan perhatian lebih dari Arga belakangan ini. "Nggak. Dari halte ke rumahku cuma sekitar sepuluh menit kok kalau jalan kaki," sahut Wanda. Dari seberang sana, terdengar Arga menghela napas berat. "Nggak capek jalan kaki terus?" Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Seolah-olah Arga dapat melihatnya. "Aku kan udah biasa jalan kaki. Nggak kayak kamu, ke mana-mana naik mobil." "K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN