Dengan setia Velly terus menunggu sampai Kalandra sadar. Bahkan lelaki itu sempat meracau pelan membuat ia kembali terjaga dan mengelus punggung tangannya agar tenang. Kemudian, Kalandra pun kembali tidur dan begitupun seterusnya. Entah sudah keberapa kali Velly terus terbangun akibat ulah lelaki itu, tetapi sama sekali tidak membuat dirinya kesal. Karena malam ini pasti akan menjadi malam yang berat bagi dirinya dan Kalandra. “Velly, jangan tinggalin gue. Gue mohon,” ucap Kalandra menangis sesenggukkan sembari menggenggam erat selimut yang dipakainya. Velly yang kebetulan tengah meneguk minuman dingin itu pun langsung berlari menghampiri Kalandra yang meracau. Kali ini memanggil nama dirinya, membuat Velly merasa sedih. Apakah seberat ini ujian Kalandra ketika dirinya pergi? Tanpa sadar

