"Jawab Livia, benar kan Victor teman bunda kan?" tangisan Devi semakin jadi saat perlahan kepala Livia mengangguk. "Bagaimana bisa Livia, bagaimana bisa?" Keduanya menangis berpelukan, menangisi nasib yang seolah mempermainkan hidup mereka. "Aku mencoba menghubunginya bunda tapi tak bisa, karena ia akan bertanggung jawab jika aku hamil, tapi tak bisa," suara Livia terdengar serak karena tangisannya. "Sejak pagi pun bunda menghibungi juga tak bisa, mama Victor juga tak bisa dihubungi, biasanya ia bisa bunda hubungi, bunda akan berusaha menghubungi, anak kamu perlu figur papa, dia harus bertanggung jawab, jangan katakan apapun pada ayahmu, masalah akan semakin besar jika dia tahu," **** Seminggu setelahnya Devi bolak balik menghubungi mama Victor tapi tak bisa, ia putus asa dan terl

