Urvilla menghadap ke depan, Oase sudah mengepalkan tangan, Galen tanpa menutup mata sudah bergerak mendekat dan akan mencium pipi Urvilla. Urvilla yang kelewat tegang menutup matanya, hingga gerakan Galen semakin cepat Oase mendorong Urvilla ke belakang, membuat Oase maju kedepan. “Cup.” Mata semua orang berkedip bersamaan, Urvilla terkejut menutup mulutnya menahan tawa, Nina dan Tungga pun melakukan hal yang sama, Oase dan Galen berciuman, mereka berdua terbelalak dan menarik mulut mereka lalu mengusapnya dengan kasar. “Kenapa kamu menciumku?” Oase mengusap mulutnya berulang kali. “Hiss, menjijikkan.” Galen ikut mengusap mulutnya berulang kali. Mereka berdua akhirnya menghabiskan birnya sampai mabuk, mereka bertiga yang menonton tertawa lepas, Aku benar-benar tidak menyangka jika mer

