Setelah keluar dari pintu, Oase mengelus dadanya pelan, dia merasa seperti ada drum yang ada di dalam dadanya bergerak dengan sangat cepat dan membuatnya sedikit terengah, tapi suhu tubuhnya berubah panas ketika meraba kedua pipinya yang memerah dan terasa hangat di tangan. Oase masih terus tersenyum sembari membereskan lantai yang penuh dengan pecahan kaca maupun ruang tengah yang penuh dengan gelas dan botol minuman. Ada kebahagiaan yang tidak bisa aku jelaskan!Apakah aku mulai membuka hati untuk wanita lain?Entahlah ... aku bersyukur salju turun sangat indah dan tidak ada yang berubah, mungkin inilah tujuan takdir untuk mendekatkan aku kepada wanita ini. Ucap Oase dalam hati. Tiba-tiba dari arah jendela ada bayangan bewarna hitam lewat, Oase merasa mencium bahaya di sekitar rumah Urv

