Kenapa aku terlihat sangat antusias saat mengijinkannya?Bagaimana jika dia berfikir kalau aku w**************n?Tapi, ada baiknya juga dia disini, bisa jadi orang jahat itu akan kembali, ya sudahlah!semoga keputusanku ini benar. Gumam Urvilla dalam hati. Oase mengangguk pelan, dia beralih ke tempat yang Urvilla tunjukkan lalu duduk disana bersandar di rak sebelah tempat tidur Urvilla. “Ambillah selimut di lemari nomor dua!Ini satu bantal untukmu, di balik lemari aku sembunyikan karpet kecil. Kamu bisa memakainya!” jelas Urvilla sambil menunjuk ke arah lemarinya. “Baiklah, aku akan mengambilnya!” Oase menuruti perintah Urvilla. Beberapa menit kemudian, Oase sudah berbaring di lantai bawah dengan karpet, selimut dan juga bantal. Oase menatap ke langit-langit sesekali menoleh ke arah Urvi

