Namo melihat Urvilla melewatinya, dia melihat kedua orang yang saling mencintai tapi mencoba melepaskan, Namo mendekat ke sisi Oase yang matanya masih berkaca-kaca, mengelus pundak Oase pelan. "Apa yang kamu lakukan sudah benar, Oase. Kamu sudah mulai belajar untuk tidak menggunakan emosimu, baiklah sekarang kita pergi dari sini. Aku yakin kamu butuh minum." Namo mencoba menenangkan Oase. Tanpa menjawab pertanyaan Namo, Oase hanya menganggukkan kepala, akhirnya mereka menghilang dari sana. Urvilla yang tertatih sambil menangis keluar dari restoran, Urvilla bersujud di tengah hujan deras yang dia buat sendiri. Para Pelayan hanya bisa melihat Urvilla yang terlihat sangat frustasi. Nina berlari keluar restoran membawa payung, menghalangi hujan diatas kepala Urvilla, sebenarnya itu terasa

