Galen mendekat perlahan ke arah mereka yang masih hanyut dalam pelukan mesra antara ibu dan anak. "Maafkan aku jika aku mengganggu, silahkan masuk! Ini adalah rumah baru kalian," Galen mempersilahkan mereka berdua masuk. Ibu Nala bengong melihat rumah yang terlihat sangat besar. "Apa ini tidak berlebihan nak Galen?" tanya Ibu Nala. Galen tersenyum, "Rumah ini sudah lama kosong, aku berencana menjualnya tapi sepertinya kalian berdua lebih membutuhkan, untuk itu pakailah!" ucap Galen. "Tapi aku masih belum memiliki pekerjaan dan aku tidak sanggup untuk membayar listrik dan juga air." jawab Ibu Nala yang sedikit khawatir. "Tidak usah memikirkan hal itu! Yang penting kalian berdua memiliki tempat tinggal, lagian tempat ini sangat aman. Kalian bisa memulai hidup baru kalian dari sini!" ta

