Oase meremas kuat lengan Namo disampingnya saat melihat kegiatan Urvilla dari jauh lewat layar yang di munculkan Namo. “Aww, aww, aww!” rintih Namo mencoba menghentikan cengkraman tangan Oase di lengannya. “Diam, Mo. Kamu berisik!” Oase terlihat geram karena melihat Galen mencium dan memeluk Urvilla dengan cukup mesra. “Gimana aku mau diem?Kamu menyiksaku Oase!” Ketika nada suara Namo meninggi Oase baru sadar dia mencengkeram lengan Namo hingga terlihat bekas cengkraman berwarna merah disana. “Maaf, maaf,” Oase melepaskan cengkeraman di lengan Namo lalu kembali menatap layar. Saat mereka menghilang dari rumah itu dalam posisi berpelukan, Oase semakin geram dia menghentakan kaki ke tanah tapi tidak melihat apa yang dia injak. “Aww!” Mendengar suara teriakan, Oase terkejut dan mengang

