Anke dan Dewa ketua sedang berkeliling di sekitaran rumah dewa, malam itu mereka melihat kedua dewa sudah terkapar dengan banyak botol di ruang tengah. “Apa mereka mabuk?” Anke menghentikan langkahnya. “Yang aku dengar, Oase sedang frustasi karena Urvilla dekat dengan Galen.” Ucap dewa ketua. Mereka berdua saling menatap lalu memutuskan untuk mendekati kedua dewa yang sudah meletakkan kepala mereka di atas meja. Anke mengambil botol anggur yang masih ada isinya walaupun tinggal setengah. “Ini anggur enak,” tanpa meminta pendapat Dewa ketua, Anke meminumnya sampai habis. “Kamu ini, bisa pindahkan mereka ke kamar?” Dewa ketua meminta tolong Anke, menggeleng-nggelengkan kepalanya karena tingkah Anke yang masih sama, karena dia sangat menyukai anggur. “Sangat bisa,“ Anke meletakkan botol

