Riko dan Sanya kembali ke rumah Dewa, kebetulan Mola juga sedang berada disana bersama Anke dan Dewa ketua tepatnya di ruang tengah. Sanya masih meronta untuk melepaskan diri dari cengkeraman Riko yang sangat erat. “Lepaskan, Riko!Tanganku sakit,” Riko yang melihat Sanya memang sangat kesakitan akhirnya melepaskan tangannya. “Jangan mencoba untuk kabur!” Riko tiba-tiba mendekat ke Dewa Ketua dan meninggalkan Sanya. Memangnya dia berhak mengaturku, aku mau pergi juga bukan urusannya!Dasar menyebalkan!Kenapa harus dia? Sanya berbalik bermaksud ingin melangkahkan kaki meninggalkan ruang tengah, tapi kakinya tiba-tiba sangat sulit digerakkan. “Kenapa aku tidak bisa mengangkat kakiku?” Sanya akhirnya hanya bisa berdiam di tempat. Rupanya Riko sudah menahan Sanya, agar tidak pergi dari s

