Cinta yang Tulus

1576 Kata

Sanya langsung tersenyum bahagia ketika banyak makanan yang di pesannya sudah datang.  Tanpa menunggu makanan Riko datang, dia langsung melahapnya tanpa memikirkan itu berkalori atau tidak dan tanpa mengingat pantangannya setiap saat, ketika dirinya selalu menjaga berat badannya dengan baik. Riko tersenyum geli saat Sanya membiarkan dirinya belepotan bahkan melahap makanan tanpa ampun, sudah tidak ada urat malu yang melilit dirinya sekarang. Riko melipat tangannya, menikmati pemandangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Ternyata rasa cinta itu tidak pernah memandang fisik atau kelakuan buruk seseorang, aku tetap mencintainya walaupun dia tidak beretika saat makan. Memandangnya yang tidak pernah memandangku, itu saja sudah sangat menyenangkan. Oh Tuhan, harapanku hanya satu, buat, di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN