Oase berjalan menuju ke ruang tengah di rumah Dewa, dia benar-benar memunculkan banyak makanan dihadapannya, seolah dia benar-benar lapar. Padahal Dewa tak pernah punya rasa lapar. Sepiring kentang goreng dia lahap dengan sesukanya memenuhi mulutnya, lalu berpindah ke ayam goreng mentega utuh, disobeknya dengan tidak manusiawi, memasukkannya ke dalam mulutnya, membiarkan mulutnya berlumuran dengan mentega dan kecap. Dari belakang semua Dewa memperhatikannya. “Ada apa dengan Oase?” “Iya, ada apa dengannya?” “Aku takut jika Oase seperti ini, seperti akan mendatangkan sesuatu yang buruk.” Semua mulai riuh membicarakan Oase yang sedang menikmati hidangannya di meja sendirian sambil menatap luar jendela yang di selimuti Salju. Melihat banyak orang berkumpul, Namo yang baru saja datang men

